loading...
Pesawat mata-mata E-3 Sentry AWACS Amerika Serikat hancur 100% dalam serangan rudal dan drone Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi. Foto/X @sentdefender
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa sebuah pesawat komando dan kontrol E-3 Sentry AWACS Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) telah hancur 100% dalam serangan rudal dan drone Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi.
Menurut IRGC pada hari Minggu, E-3—yang juga dikenal sebagai pesawat mata-mata—terkena serangan bersama beberapa pesawat AS lainnya selama serangan hari Jumat di pangkalan tersebut, yang terletak sekitar 96 km (60 mil) tenggara Riyadh.
Baca Juga: 3.500 Marinir Siaga Penuh, AS Siapkan Invasi Darat Berminggu-minggu di Iran
"Pangkalan Arab Saudi tersebut menjadi sasaran sebagai respons atas tindakan permusuhan dari tentara teroris AS,” bunyi pengumuman IRGC.
Laporan dari AP, Senin (30/3/2026), menyebutkan setidaknya enam rudal balistik dan 29 UAV digunakan dalam serangan tersebut. Serangan ini menyebabkan setidaknya 15 tentara AS terluka, termasuk lima dalam kondisi serius.
Air & Space Forces Magazine, sebuah publikasi AS, juga melaporkan hancurnya pesawat AWACS di Pangkalan Udara Prince Sultan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Pada hari Sabtu, OSINTdefender, sebuah monitor intelijen sumber terbuka, menerbitkan foto-foto di X yang diklaimnya menangkap kerusakan yang terjadi pada pesawat mata-mata tersebut.
Pesawat itu tampaknya terkena di bagian belakangnya tempat kubah radar berputarnya yang khas berada.


















































