Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati di Pati, Gus Salam Minta Pelaku Ditindak Tegas

2 hours ago 7

loading...

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mendesak pemerintah memberi perlindungan terhadap para korban dan keluarga. Foto/istimewa

PATI - ⁠Kasus pencabulan terhadap puluhan santriwati oleh oknum pengasuh pesantren Ndholo Kusumo, Ashari, Tlogosari, Pati, Jawa Tengah menyita perhatian publik. Ribuan warga yang mengatasnamakan Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) Sabtu, 2 Mei 2026 lalu, mendatangi pesantren menuntut pelaku ditangkap dan diadili.

Sebelumnya, UPT PPA Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Pati mengonfirmasi perbuatan cabul oknum kiai pengasuh pesantren Ndholo Kusumo telah dilaporkan sejak 2024 oleh salah satu korban. Namun, laporan tersebut mengambang hingga April 2026 dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

Kuasa hukum para korban Ali Yusron juga telah mengkonfirmasi perbuatan tersangka dilakukan kepada santriwati mukim di pesantren dari keluarga kurang mampu, bahkan ada yang yatim. Pendidikan gratis untuk santri dimanfaatkan pelaku untuk berbuat asusila terhadap 30-50 santriwati. Para korban santriwati itu ada yang kelas 1 - 3 SMP, bahkan ada yang sudah lulus.

Baca juga: DPR Minta Pelaku Dugaan Pencabulan di Pesantren Tlogowungu Pati Dihukum Berat

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mendesak pemerintah memberi perlindungan terhadap para korban dan keluarga.

Read Entire Article
Prestasi | | | |