loading...
Dialog Kebangsaan bertajuk Mengenang Jejak Perjuangan Tokoh-Tokoh Tionghoa dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia yang digelar di Museum Hakka, TMII, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. Foto: Ist
JAKARTA - Keberagaman harus menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan, bukan alasan bagi masyarakat Indonesia untuk saling terpecah. Nilai kesetaraan dan kecintaan terhadap bangsa dinilai penting untuk menghadapi perbedaan yang masih muncul di tengah masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Dialog Kebangsaan bertajuk “Mengenang Jejak Perjuangan Tokoh-Tokoh Tionghoa dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia” yang digelar di Museum Hakka, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu, 26 Agustus 2026.
Baca juga: Keberagaman Kunci Utama Pengamalan Pancasila
Dalam dialog tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyampaikan pandangannya mengenai tantangan menjaga keberagaman Indonesia. Dia menekankan pentingnya menghilangkan sikap inferior serta menyadari bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama.
"Jadi dengan cara sesuatu ini saya pikir ya itu yang harus anda miliki ya atau main cita-cita aja mau jadi apa," ujar Ahok dalam dialog tersebut.
Dia juga menceritakan pesan yang sejak kecil ditanamkan sang ayah agar dirinya tidak merasa lebih rendah karena latar belakang suku maupun agama. "Selalu kau pada hak, pada kewajiban yang sama," katanya.
Menurut Ahok, keberagaman juga harus dihadapi dengan sikap saling menghargai. Dia menilai kebencian tidak seharusnya dibalas dengan kebencian karena setiap warga negara tetap memiliki tanggung jawab yang sama terhadap Indonesia.


















































