Kemenkes-Kemendagri Integrasikan Layanan SatuSehat dan SIAK, Akta Lahir Bayi Bisa Langsung Terbit

6 hours ago 12

loading...

Kemendagri dan Kemenkes meluncurkan layanan digitalisasi akta kelahiran digital melalui integrasi platform SatuSehat dengan SIAK. Foto/SIndoNews

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) dan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) meluncurkan layanan digitalisasi akta kelahiran digital melalui integrasi platform SatuSehat dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Melalui sistem ini, akta kelahiran dapat diterbitkan secara otomatis dan dikirim secara daring sesaat setelah bayi lahir di fasilitas kesehatan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan integrasi data tersebut akan mempermudah penerbitan dokumen kependudukan bagi bayi yang baru lahir. Menurut Budi, ada sekitar 4,8 juta bayi lahir setiap tahun di Indonesia atau sekitar 13.000 kelahiran per hari. Budi menjelaskan dokumen tersebut dapat dicetak maupun dikirim secara digital kepada orang tua.

"Sekarang data kelahiran bisa langsung diintegrasikan dengan data Dukcapil-nya atau SIAK. Supaya kalau ada ibu yang melahirkan anak-anak itu sekitar 4,8 juta setahun atau 13.000 per hari, akta kelahirannya termasuk kartu keluarganya dan kartu ibu anaknya bisa langsung keluar secara digital," kata Budi saat peluncuran Digitalisasi Penerbitan Akta Kelahiran melalui Integrasi SatuSehat-SIAK di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Baca juga: Permudah Masyarakat, Kemendagri Hubungkan Dukcapil dengan Rumah Sakit untuk Akta Kelahiran

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan integrasi SatuSehat dan SIAK memungkinkan akta kelahiran diterbitkan segera setelah bayi lahir tanpa orang tua harus mengurus secara manual ke berbagai instansi. "Setiap anak yang lahir langsung diberikan akte kelahiran," ujar Tito.

Read Entire Article
Prestasi | | | |