Ketika Imam Syafi'i Berdebat dengan Orang Bodoh : Diamku dari Orang Hina adalah Jawaban

4 hours ago 4

loading...

Imam Syafii berkata kepada orang jahil yang menantangnya berdebat: Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Foto ilustrasi/ist

Ada kisah menarik dari Imam Syafi'i atau Abu Abdillah Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i) ketika harus berdebat dengan orang yang bodoh. Sikap ulama yang sudah mencapai level mujtahid mutlak mustaqil dan fatwanya diikuti umat Islam ini, patut kita contoh ketika menghadapi orang-orang bodoh (jahil) .

Meskipun dikenal sebagai seorang 'alim, Imam Syafi'i sangat berhati-hati dalam bertutur kata. Terutama ketika menghadapi orang-orang bodoh . Imam Syafi'i pernah berkata:

مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا قَطُّ عَلَى الْغَلَبَةِ

"Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan." (Tawali Ta'sis Hal 113 oleh Ibnu Hajar)

"Aku mampu berhujah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu." "Setiap kali berdebat dengan kelompok intelektual, aku selalu menang. Tetapi kalau berdebat dengan orang bodoh, aku kalah tanpa daya."

Baca juga: Munculnya Ruwaibidhah di Akhir Zaman, Siapa Dia?

Ucapan Imam Syafi'i ini dikutip dari Mafahim Yajibu an Tushahhah karya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki. Bagaimana Imam Syafi'i menghadapi orang-orang bodoh, begini pesannya:

ﺍِﺫَﺍ ﻧَﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦٌﺮْﻳَ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ

"Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi.

ﻓَﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳَﻤُﻮْﺕُ

"Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati"

ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﺳَﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ

Read Entire Article
Prestasi | | | |