Khamenei Sebut Kerusuhan Bertujuan Menyenangkan Trump, Penguasa Arogan akan Tumbang

14 hours ago 13

loading...

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Foto/x

TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menuduh "penyabotase" yang didukung asing menghasut kekerasan selama kerusuhan baru-baru ini di Teheran. Dia memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa ia pada akhirnya akan digulingkan, seperti halnya "penguasa arogan" sebelumnya.

Berbicara pada hari Jumat (9/1/2026) di Imam Khomeini Hosseiniyeh di Teheran selama upacara peringatan pemberontakan Qom, Khamenei mengatakan kelompok-kelompok terorganisir telah berkumpul di berbagai bagian ibu kota pada malam sebelumnya dengan dalih protes, tetapi dengan cepat berubah menjadi kekerasan.

Menurut pemimpin Iran, pertemuan tersebut terdiri dari puluhan dan, dalam beberapa kasus, ratusan individu yang terlibat dalam tindakan sabotase sejak awal, menargetkan properti publik dan swasta.

Dia mengatakan penghancuran itu disengaja dan bertujuan menyenangkan presiden AS dengan harapan intervensi asing.

"Satu-satunya pekerjaan orang-orang ini adalah sabotase," ujar Khamenei. “Mereka melakukannya untuk menyenangkan presiden Amerika dan berharap intervensinya. Jika dia tahu bagaimana menjalankan sebuah negara, dia akan menjalankan negaranya sendiri.”

Khamenei dengan tegas menolak tindakan mereka yang terlibat, menggambarkan mereka sebagai agen dan tentara bayaran yang bekerja atas nama kekuatan asing.

Dia mengatakan rakyat Iran sepenuhnya menolak tokoh-tokoh tersebut dan tidak akan mentolerir kolaborator yang bertindak melawan kepentingan nasional.

Read Entire Article
Prestasi | | | |