loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tajam ke level Rp17.041 per dolar AS pada perdagangan Selasa (31/3/2026). FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tajam ke level Rp17.041 per dolar AS pada perdagangan Selasa, terseret eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi global. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menjadi pemicu utama lonjakan harga minyak dan tekanan besar terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Pelemahan ini dipicu oleh penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global. Harga Brent berjangka melonjak 59% sepanjang Maret, kenaikan bulanan tertinggi dalam sejarah," ujar Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, dalam risetnya, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga: Imbas Krisis Energi Global, Rupiah Pekan Depan Terancam Tembus Rp17.100
Ibrahim menambahkan, ancaman terhadap pasokan energi semakin nyata setelah kapal tanker minyak mentah milik Kuwait Petroleum Corp, Al Salmi, dihantam serangan yang diduga dilakukan Iran di pelabuhan Dubai. Kapal berbobot 2 juta barel itu diserang saat bermuatan penuh, memicu peringatan potensi tumpahan minyak besar di kawasan tersebut.
Sebelumnya, pasukan Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran juga menargetkan Israel dengan rudal pada Sabtu lalu, memicu kekhawatiran gangguan terhadap Selat Bab el-Mandeb. Jalur sempit itu menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden, menjadi rute utama kapal antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.


















































