loading...
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi bertemu dalam KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh di Sharm El-Sheikh, Mesir pada 13 Oktober 2025. Foto/Kepresidenan Mesir/Anadolu Agency
KAIRO - Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada hari Senin (30/3/2026) meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk “mengakhiri perang di kawasan ini” saat serangan gabungan Israel-Amerika terhadap Iran memasuki bulan kedua.
Al-Sisi menyampaikan pernyataan tersebut selama pidatonya pada edisi kesembilan Konferensi dan Pameran Energi Internasional Mesir (EGYPS 2026) di Kairo, yang diadakan dari 30 Maret hingga 1 April di tengah krisis energi global yang disebabkan konflik yang sedang berlangsung.
“Saya katakan kepada Presiden Trump, tidak ada seorang pun selain Anda yang dapat menghentikan perang di kawasan kita,” ujar al-Sisi.
Dia menjelaskan, “Saya berbicara kepada Anda atas nama kemanusiaan dan atas nama orang-orang yang cinta damai… Tolong bantu kami menghentikan perang. Anda mampu melakukannya.”
Ia memperingatkan akan adanya dampak serius bagi negara-negara di kawasan tersebut, dengan mengatakan krisis tersebut telah menyebabkan kekurangan energi dan kenaikan harga, yang akan memengaruhi bahan bakar, pupuk, dan produk pertanian.
Al-Sisi juga menekankan pentingnya menyatukan upaya untuk mengakhiri perang.
Selat Hormuz telah terganggu secara efektif sejak awal Maret, dengan sekitar 20 juta barel minyak melewatinya setiap hari, yang mewakili sekitar 20% dari pasokan global.


















































