Langit Timur Tengah Mencekam, Negara Bentengi Nasib Jemaah Umrah RI

2 days ago 8

loading...

Kantor Urusan Haji (KUH) RI di Jeddah bergerak cepat menyiagakan tim khusus di sejumlah titik bandara guna memastikan keselamatan dan pendampingan jemaah umrah Indonesia. Foto/SindoNews.

JAKARTA - Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah kini merembet serius ke sektor penerbangan sipil global. Sejumlah negara strategis secara resmi telah menutup ruang udaranya dari segala aktivitas lalu lintas udara. Krisis regional ini secara langsung mengancam mobilitas dan nasib ribuan jemaah umrah asal Indonesia.

Efek domino dari penutupan langit Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Irak, hingga Suriah memicu potensi kekacauan jadwal penerbangan. Jemaah menjadi sangat rentan telantar atau tertahan (stranded) di bandara-bandara. Menyadari ancaman tersebut, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dan langsung mengambil alih kendali krisis di garis depan.

Kantor Urusan Haji (KUH) RI di Jeddah bergerak cepat melakukan operasi mitigasi darurat. Langkah antisipatif berskala masif digelar demi menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan warga negara. Fokus utamanya adalah mencegah terjadinya penumpukan jemaah yang kebingungan di titik-titik krusial keberangkatan.

Baca juga: Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Pantau 58.873 Jemaah Umrah Indonesia

Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, memastikan pihaknya telah menyiagakan satuan tugas khusus di episentrum pergerakan jemaah. “KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji,” ungkapnya di Jeddah, Sabtu (28/2/2026). Strategi jemput bola ini dirancang agar pendampingan jemaah yang terdampak perubahan jadwal berjalan optimal tanpa jeda.

Read Entire Article
Prestasi | | | |