Lebih Parah dari Covid-19, Perang Iran Jadikan Industri Penerbangan Global Terpuruk

3 weeks ago 24

loading...

Perang Iran Jadikan Industri Penerbangan Global Terpuruk. Foto/ Daily

BEIJING - Maskapai penerbangan di seluruh dunia mulai menaikkan tarif dan menyesuaikan kapasitas penerbangan untuk beradaptasi dengan kenaikan harga bahan bakar yang pesat.

Sebelum konflik antara AS, Israel, dan Iran meletus bulan lalu, industri penerbangan memproyeksikan keuntungan rekor sebesar USD41 miliar pada tahun 2026.

Namun, kenaikan tajam harga bahan bakar jet telah memaksa banyak maskapai penerbangan untuk meninjau kembali rencana operasional dan strategi bisnis mereka.

Sejumlah maskapai penerbangan, mulai dari United Airlines hingga Air New Zealand dan Scandinavian Airlines, telah mengumumkan pengurangan penerbangan atau penyesuaian tarif. Maskapai lain telah menerapkan biaya tambahan bahan bakar untuk mengimbangi biaya tersebut.

Rigas Doganis, mantan kepala Olympic Airways dan mantan direktur easyJet, percaya bahwa industri penerbangan menghadapi dilema antara menyeimbangkan biaya dan permintaan.

Ia berpendapat bahwa maskapai penerbangan perlu mempertahankan daya tarik harga sambil mengendalikan kenaikan biaya bahan bakar.

Read Entire Article
Prestasi | | | |