Murka Soal Greenland, Pejabat NATO Tolak Berbagi Intelijen dengan AS

3 hours ago 8

loading...

Kapal perang anggota NATO berada di Greenland. Foto/anadolu

LONDON - Para pejabat NATO telah mulai menahan beberapa intelijen dari Amerika Serikat (AS) karena kekhawatiran intelijen tersebut dapat disampaikan kepada Presiden Donald Trump dan digunakan untuk mendukung upayanya mengambil alih kendali Greenland. Kabar itu dilaporkan media Inggris iPaper pada hari Senin (19/1/2026), mengutip berbagai sumber.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump telah meningkatkan upayanya mencaplok Greenland – wilayah otonom Denmark dengan populasi 56.000 jiwa.

Trump berdalih upayanya itu untuk melawan ancaman yang diduga berasal dari Rusia dan China, yang telah dibantah Moskow dan Beijing.

Trump mengancam mengenakan tarif pada beberapa negara Eropa yang menentang gagasan tersebut.

Baik Denmark maupun sekutu-sekutu Eropanya telah menolak pengalihan pulau strategis tersebut, dengan bersikeras “Greenland adalah milik rakyatnya,” dan memperingatkan AS tentang “spiral penurunan yang berbahaya.”

Menurut iPaper, perselisihan tersebut telah merusak hubungan yang secara historis erat antara AS dan Inggris, dengan ancaman Trump mendorong para pejabat untuk berpikir Washington sekarang memperlakukan Inggris sebagai “hanya bagian dari Eropa.”

Seorang sumber senior NATO mengatakan kepada media bahwa situasi tersebut “menciptakan ketegangan dan ketidakpercayaan antara kolega Eropa dan AS di NATO.”

Read Entire Article
Prestasi | | | |