loading...
Harga masih teaser, tapi klaim AI Car Omoda O4 memaksa kita bertanya: benarkah kecerdasan buatan sudah jadi standar baru mobil listrik?. Foto: Omoda Jaecoo
JAKARTA - Omoda kasih kode. Rp400 jutaan. Itu kisaran harga yang mereka lempar untuk O4, crossover listrik yang katanya "The First AI Car for Everyone."
Julukan besar. Pertanyaannya sederhana: benarkah? Mari kita bedah dulu apa yang ditawarkan.
Tenaga 160 kW. Torsi 275 Nm. Jarak tempuh diklaim 611 km, standar CLTC. Koefisien drag hanya 0,292 Cd, urusan aerodinamika, bukan sekadar tampang.
Di kabin, ada layar sentuh 13,2 inci. Wireless charging 50W. AI Voice Assistant. Lalu 18 fungsi ADAS, dipadu kamera 540 derajat surround. Ini bukan mobil kosongan di kelas harga segitu.

Omoda membungkus semuanya dalam tiga nama: Cyber Mecha untuk desain, Cyber Pilot untuk bantuan berkendara, Cyber Verse untuk hiburan. Konsep besarnya disebut "Hacking Reality". Yakni, menantang kebiasaan lama tentang bagaimana crossover EV seharusnya tampil dan berfungsi.
"Omoda O4 dirancang untuk menjadi bagian dari aktivitas dan gaya hidup penggunanya, baik saat berkendara maupun ketika kendaraan sedang berhenti," kata Jim Ma, Business Unit Director Omoda & Jaecoo Indonesia. "Bukan sekadar untuk tampil beda, tetapi untuk menghadirkan value yang selama ini belum banyak ditemukan di segmen crossover EV."
Kata kuncinya "AI." Tapi apakah label ini benar substansi, atau sekadar mengikuti tren?


















































