Pasar Kredit Global di Titik Kritis, Pakar Ingatkan Memori Kelam Krisis 2008

2 hours ago 6

loading...

Pasar obligasi global kini tengah berada di titik kritis seiring menyusutnya selisih kredit (spread) ke level terendah dalam hampir dua dekade. FOTO/Bloomberg

JAKARTA - Pasar obligasi global kini tengah berada di titik kritis seiring menyusutnya selisih kredit (spread) ke level terendah dalam hampir dua dekade. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor mulai mengabaikan risiko fundamental demi mengejar reli utang korporasi yang kian padat, menyerupai situasi menjelang krisis keuangan global tahun 2008.

Berdasarkan data Indeks Bloomberg yang melacak obligasi lintas mata uang, spread kredit saat ini menyempit hingga 103 basis poin. Angka ini merupakan level terendah yang terakhir kali terlihat pada Juni 2007. Fenomena ini tidak hanya menyasar obligasi berperingkat investasi (investment grade), tetapi juga merambah ke obligasi berperingkat spekulatif atau junk bond.

"Rasa puas diri merupakan risiko terbesar di pasar saat ini," ujar Direktur Investasi Pendapatan Tetap di Aberdeen Investments, Luke Hickmore. Ia menyarankan investor untuk menghindari pengambilan risiko yang berlebihan di tengah euforia pasar dinilai mulai tidak rasional.

Baca Juga: Protes Pedesaan China Melonjak Tajam di Tengah Tekanan Ekonomi

Penyempitan spread ini terjadi secara ironis di tengah lonjakan penerbitan obligasi global yang mencetak rekor sejarah. Pada paruh pertama Januari 2026 saja, perusahaan global telah menerbitkan utang senilai USD435 miliar, melonjak lebih dari sepertiga dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Goldman Sachs memimpin tren ini dengan penjualan utang sebesar USD16 miliar, diikuti Morgan Stanley dan Wells Fargo.

Read Entire Article
Prestasi | | | |