loading...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pantau uji tembak rudal hipersonik pada hari Minggu setelah AS menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer di Caracas. Foto/KCNA
PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) mengatakan pada hari Senin (5/1/2026) militernya telah menguji tembak rudal hipersonik yang dipantau langsung oleh sang pemimpin, Kim Jong-un, pada hari Minggu. Manuver rudal ini digelar setelah pasukan khusus Delta Force Amerika Serikat (AS) menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer di Caracas pada hari Sabtu.
Korut mengecam operasi militer Washington tersebut, dengan mengatakan bahwa itu sekali lagi menunjukkan "sifat nakal dan brutal AS".
Banyak pakar mengatakan operasi AS tersebut kemungkinan akan mendorong Kim Jong-un untuk lebih memperluas kemampuan senjata nuklirnya yang menurutnya menjamin kelangsungan pemerintahannya dan kedaulatan negara dalam menghadapi permusuhan yang dipimpin AS.
Baca Juga: Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?
Ketika operasi militer AS berlangsung di Caracas, Korut juga menguji tembak rudal balistik yang berselang beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung berangkat ke China untuk pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping.














































