loading...
LHKP Muhammadiyah menggelar webinar menggagas usulan strategi penanggulangan terorisme dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Foto/Ist
JAKARTA - Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah menggelar webinar menggagas usulan strategi penanggulangan terorisme dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Peristiwa ledakan di salah satu sekolah di Jakarta, dan makin meningkatnya ketidakpastian global dirasa perlu disikapi dengan strategi yang jitu dari pemerintah.
“Terorisme berbasis ideologi maupun berbasis keyakinan keagamaan bisa jadi akan memperoleh persemaian dalam situasi ini. Karena itu kita perlu merancang strategi yang komprehensif untuk disampaikan kepada pemerintah,” kata Pimpinan LHKP PW Muhammadiyah Ristan Alfino, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Draf Perpres TNI Atasi Teroris, Komisi I DPR: Harus Jadi Pelengkap, Bukan APH
Kemajuan Indonesia dalam penanggulangan terorisme memiliki ciri khas di dalam pembinaan para mantan pelaku teror. Hal ini semakin melengkapi dan mendorong posisi Indonesia semakin baik dalam indeks terorisme global.
Dewan Pakar LHKP Muhammadiyah Prof Sri Yunanto memaparkan, keberhasilan zero attack dan deklarasi 8000 anggota dan pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) patut menjadi titik pijak strategi pemerintahan Prabowo-Gibran. Kerena itu Guru Besar Ilmu Politik UMJ ini memberi perhatian penting kepada upaya-upaya pembinaan eks narapidana terorisme, potensi residivisme, dan menarik kelompok kekerasan yang masih belum tersadarkan.
“Kita lihat ISIS dan organisasi teror sejenis ini terus melemah dan Indonesia mencatatkan keberhasilan besar dengan deklarasi kembali ke NKRI oleh jaringan JI. Kita juga saksikan ada trend peningkatan kekerasan berbasis ideologi di sejumlah negara bahkan merembes ke Indonesia. Ini perlu kita waspadai,” ujar Prof Yunanto.













































