loading...
Kondisi tersebut mendorong BCA untuk menghadirkan edukasi investasi yang lebih mudah dipahami oleh generasi muda, khususnya Generasi Z. Foto/Dok
JAKARTA - Penetrasi investasi di kalangan generasi muda Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara maju, termasuk Amerika Serikat (AS). Namun demikian kondisi ini dinilai menjadi peluang besar untuk meningkatkan literasi dan partisipasi investasi generasi muda di Indonesia.
Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Haryanto T. Budiman mengatakan, seluruh segmen nasabah BCA saat ini telah melakukan investasi. Namun dari sisi jumlah investor, segmen mass market menjadi yang terbesar, sementara nilai investasi paling besar berasal dari segmen nasabah kelas atas.
"Kalau dibandingkan dengan negara maju, memang kita penetrasinya masih lebih rendah. Justru ini adalah peluang yang sangat besar," kata Haryanto dalam konferensi pers BCA Wealth Summit 2026 di Jakarta, Rabu (9/92026).
Baca Juga: Mengenalkan Cara Investasi yang Mudah ke Anak Muda
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong BCA untuk menghadirkan edukasi investasi yang lebih mudah dipahami oleh generasi muda, khususnya Generasi Z. BCA juga menyesuaikan topik dalam sesi daring BCA Wealth Summit agar relevan dengan kebutuhan dan karakteristik generasi muda.
"Jadi mereka bisa mengerti mengenai produk-produk investasi dengan cara yang sangat mudah dimengerti. Dan ini kita ingin supaya penetrasi investasi ini semakin tinggi untuk anak-anak muda," lanjutnya.


















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315177/original/070000500_1785829848-Q6UcTB0yLT9Hkof84zduVp6NboeZVAJrL2tGstqx.jpg)































