loading...
Malone Lam melakukan perampokan kripto terbesar di dunia. Foto/BBC/Broward County Sheriffs Office
WASHINGTON - Malone Lam, seorang pria asal Singapura mengaku bersalah pada hari Selasa atas tuduhan konspirasi pemerasan di AS karena mengorganisasi salah satu pencurian mata uang kripto terbesar yang pernah terjadi.
Malone Lam mengakui telah bekerja sama dengan teman-temannya untuk mencuri bitcoin senilai USD245 juta (£181 juta) dan mencuci hasil kejahatan tersebut.
Pria berusia 22 tahun itu beserta rekan-rekannya menggunakan uang tersebut untuk berfoya-foya di kelab malam, dengan pengeluaran mencapai USD500.000 dalam sekali kunjungan, menurut Departemen Kehakiman AS (DOJ). Mereka juga dilaporkan membeli sejumlah mobil mewah eksotis, dengan kisaran harga antara USD100.000 hingga USD3,8 juta.
Lam menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. Hakim Distrik AS Colleen Kollar-Kotelly tidak langsung menjadwalkan sidang pembacaan vonis baginya.
"Jika Anda membangun kerajaan kejahatan siber, kami akan menemukan Anda, membongkar operasi Anda, dan meminta pertanggungjawaban Anda," kata Jaksa AS Jeanine Pirro, dilansir BBC.
"Terdakwa ini memimpin jaringan internasional yang memangsa korban melalui penipuan, melanggar privasi mereka, dan mencuri mata uang kripto senilai ratusan juta dolar," tambahnya.


















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315177/original/070000500_1785829848-Q6UcTB0yLT9Hkof84zduVp6NboeZVAJrL2tGstqx.jpg)































