loading...
Penjualan mobil turun di Maret 2026, tetapi lonjakan 95 persen mobil listrik menunjukkan arah baru industri otomotif Indonesia. Foto: Gemini
JAKARTA - Penjualan mobil nasional pada Maret 2026 turun tajam, tetapi di saat yang sama mobil listrik justru tumbuh hampir dua kali lipat.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan wholesales hanya mencapai 61.271 unit pada Maret 2026, turun 24,6 persen dibanding Februari yang sebesar 81.250 unit.
Secara tahunan, angka ini juga turun 13,8 persen dari 71.099 unit.
Penjualan retail ikut melemah 14,8 persen menjadi 66.637 unit dari sebelumnya 78.239 unit, dan secara tahunan turun 13,2 persen.
Gaikindo menyebut faktor musiman sebagai penyebab utama. Karena panjangnya libur Lebaran.
Namun jika ditarik ke kuartal pertama 2026, perlambatan ini tidak semata faktor musiman. Tren daya beli yang tertahan dan ketidakpastian ekonomi mulai terlihat memengaruhi keputusan konsumen.
Di tengah tekanan tersebut, peta persaingan justru berubah.
Secara wholesales Maret 2026, pasar masih didominasi pemain lama. Toyota memimpin dengan 17.984 unit, diikuti Daihatsu 8.916 unit, dan Mitsubishi Motors 5.190 unit.
Posisi berikutnya diisi Suzuki 4.552 unit dan Honda 4.129 unit.
Namun kejutan datang dari Jaecoo yang menembus posisi enam dengan 3.035 unit, mengungguli BYD yang mencatat 2.941 unit.

















































