loading...
Perkuat aliansi dengan AS, Korea Selatan rebut kembali operasional pasukan di masa perang. Foto/X/@EagleEyeGroup_
SEOUL - Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengatakan kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bahwa rencana Seoul untuk merebut kembali kendali operasional masa perang (OPCON) dari Washington akan menjadi kesempatan untuk "memperdalam" hubungan bilateral.
Lee menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Selasa, saat bertemu dengan Hegseth di Seoul, ujar juru bicara kepresidenan Kang Yu-jung dalam sebuah pernyataan tertulis, Yonhap News melaporkan.
"Pengembalian kendali operasional masa perang yang lebih awal dalam masa jabatan saya akan menjadi peluang penting untuk lebih memperdalam dan mengembangkan aliansi antara Republik Korea (Korea Selatan) dan AS," kata Lee, menurut Kang.
"Jika kemampuan militer Korea diperkuat secara signifikan dan Republik Korea mengambil peran utama dalam mempertahankan Semenanjung Korea, beban pertahanan AS di kawasan Indo-Pasifik juga akan berkurang," tambahnya.
Pemerintahan Presiden Korea Selatan Lee berencana untuk merebut kembali OPCON masa perang dari AS dalam masa jabatan lima tahunnya, yang berakhir pada tahun 2030.
Korea Selatan adalah salah satu sekutu militer tertua AS di Asia, menampung sekitar 28.500 tentara Amerika di Semenanjung Korea, sementara Kepala Staf Gabungan Korea Selatan memegang OPCON masa damai, dan Komando Pasukan Gabungan yang dipimpin AS memegang kendali operasional selama perang.














































