loading...
Saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Presiden Prabowo menegaskan, pentingnya kemandirian bangsa, khususnya di sektor energi. Foto/Dok
BALIKPAPAN - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pentingnya kemandirian bangsa khususnya di sektor energi , agar Indonesia tidak terus bergantung pada negara lain. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan , Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Prabowo menekankan, bahwa bangsa Indonesia harus memiliki rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap kemampuan serta prestasi sendiri. Menurutnya, sikap rendah diri hanya akan menghambat kemajuan bangsa dalam bersaing dengan negara lain.
“Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain. Kita tidak boleh,” tegas Prabowo.
Baca Juga: Setop Impor Solar, RDMP Kilang Balikpapan Diresmikan Bulan Ini
Ia menyampaikan bahwa di setiap bidang kehidupan, Indonesia harus tampil sebagai bangsa yang kuat dan mampu berdiri di atas kaki sendiri. Hal tersebut, kata Prabowo, menjadi dasar penting bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan.
“Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Karena itu saya berbahagia, bangga hari ini satu langkah lagi di bidang energi kita menuju kemampuan kita untuk mandiri. Kemampuan kita untuk berdiri di atas kaki kita sendiri,” katanya.
Baca Juga: Prabowo Resmikan RDMP Kilang Balikpapan Senilai Rp123 Triliun Hari Ini
Prabowo pun secara tegas menolak ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri. Apalagi, Prabowo menilai Indonesia memiliki sumber daya yang cukup dan telah dianugerahi kekayaan alam yang besar oleh Tuhan Yang Maha Esa.
“Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar. Tidak boleh. Kita ingin merdeka dan kita mampu. Kita miliki semua, diberi karunia oleh Yang Mahakuasa, tinggal kita mampu atau tidak sebagai bangsa,” paparnya.
(akr)












































