loading...
Mimpi. Foto/ Science Alert
LONDON - Kita telahmelihat rekayasa mimpi dalam film-film laris sepertiInceptionkarya Christopher Nolan, dan sebuah studi baru menunjukkan bahwa ide bergaya fiksi ilmiah ini mungkin jauh lebih dekat dengan fakta ilmiah daripada yang kita sadari.
Sebuah tim yang dipimpin oleh para peneliti dari Northwestern University berhasil mendorong sukarelawan yang sedang tidur untuk bermimpi tentang teka-teki tertentu yang belum terpecahkan dengan menggunakan suara-suara tertentu.
Terlebih lagi, peserta penelitian (yang petunjuknya berhasil) jauh lebih mungkin dapat menemukan solusi untuk teka-teki yang sama setelah bangun tidur.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait teknik-teknik ini, tetapi penelitian memberikan bukti bahwamimpi dapat dimanipulasisampai batas tertentu, dan kita dapat menggunakannya untuk menemukan solusi yang bermanfaat ketika kita kembali ke dunia nyata.
"Banyak masalah di dunia saat ini membutuhkan solusi kreatif,"katapsikolog Ken Paller dari Universitas Northwestern.
"Dengan mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana otak kita mampu berpikir kreatif, berpikir ulang, dan menghasilkan ide-ide baru yang kreatif, kita bisa lebih dekat untuk memecahkan masalah yang ingin kita selesaikan, dan rekayasa tidur dapat membantu."
Dalam eksperimen tersebut, para peneliti merekrut 20 peserta, yang sebagian besar adalah pemimpi sadar – yaitu, secara teratur mampu menyadari bahwa mereka sedangbermimpi selama rangkaian mimpi. Para sukarelawan ini kemudian diberi teka-teki sulit untuk diselesaikan, dengan musik latar khusus yang menyertai setiap teka-teki.
















































