Rupiah Melemah ke Rp17.722 Sore Ini, Tertekan Risiko Fiskal dan Geopolitik

6 hours ago 16

loading...

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Senin (31/8/2026). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Senin, tertekan sentimen geopolitik global serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Rupiah berpotensi kembali bergerak fluktuatif seiring ketidakpastian konflik di kawasan Timur Tengah dan tekanan terhadap harga energi global.

Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan salah satu sentimen eksternal berasal dari eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz setelah pasukan AS menyerang dua peluncur rudal di Pulau Larak, Iran, pada Minggu. “Sebagai tanggapan, Iran menyerang dua pangkalan udara AS di Yordania, demikian dilaporkan media Iran pada hari Senin dengan mengutip pernyataan Garda Revolusi Iran,” tulis Ibrahim dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).

Baca Juga: Rupiah Sepekan Bertahan di Rp17.693, Pasar Tunggu Data Inflasi dan Sinyal The Fed

Ibrahim menilai ketidakpastian semakin meningkat karena negosiasi untuk mengakhiri konflik belum mencapai titik temu, sementara mediator berupaya membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang pecah pada akhir Februari.

Tekanan terhadap rupiah juga berasal dari kebijakan Amerika Serikat. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada Reuters bahwa Washington kemungkinan memberlakukan sanksi sekunder baru terhadap Iran setiap pekan untuk memutus akses negara tersebut dari sistem keuangan berbasis dolar AS.

Read Entire Article
Prestasi | | | |