loading...
Eskalasi konflik di Timur Tengah memanas, setelah AS dan Israel menyerang Iran pada akhir pekan lalu. Sentimen ini turut menyeret pelemahan 675 emiten. Foto/Dok
JAKARTA - Eskalasi konflik di Timur Tengah memanas, setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada akhir pekan lalu. Sentimen ini turut menyeret pelemahan pada Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) yang dibuka melemah ke level 8.092.
IHSG terpantau masih bergerak terbatas hingga pukul 10.00 WIB, dengan level tertingginya 8.133 dan level terendahnya di level 3.039. Adapun sebanyak 675 emiten saham mengalami tekanan alias turun ke zona merah, 103 emiten menguat, dan 180 yang stagnan.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) , Jeffrey Hendrik mengimbau kepada investor untuk tetap rasional melihat fenomena konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah. Mengutamakan pertimbangan fundamental perusahaan sebelum melakukan transaksi saham.
Baca Juga: IHSG Terjepit Konflik Timur Tengah dan Tekanan Fiskal Domestik, Begini Proyeksinya
"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing masing investor," ujar Hendrik dalam pernyataan tertulis, Senin (2/3/2026).


















































