Surati Presiden Prabowo, Kepala Desa di Tapteng Minta Pelurusan Penyebab Banjir dan Longsor DAS Aek Garoga

11 hours ago 11

loading...

Sejumlah kepala desa secara mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto yang meminta pelurusan penyebab banjir dan longsor di DAS Aek Garoga, Sumut. Foto/SindoNews

TAPANULI TENGAH - Sejumlah kepala desa secara resmi mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto . Surat tersebut berisi informasi terkait penyebab banjir bandang dan longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Garoga, Sumatera Utara (Sumut) berdasarkan kondisi di lapangan.

Tidak hanya itu, para kepala desa juga meminta agar penanganan bencana didasarkan pada fakta geografis dan kondisi riil di lapangan.

Kepala Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Oloan Pasaribu, dalam suratnya kepada Presiden Prabowo menyampaikan keprihatinan atas pemberitaan aparat hukum yang mengaitkan PT Tri Bahtera Srikandi (PT TBS) sebagai salah satu korporasi penyebab banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.

Baca juga: Percepat Distribusi Logistik, Polri Fokus Penyediaan Alat Berat di Tapteng

”Kami dapat menjelaskan bahwa aktivitas PT. Tri Bahtera Srikandi bukanlah penyebab bencana banjir bandang dan longsor yang menghanyutkan ribuan kubik kayu di Aek Garoga,’’ kata Oloan Pasaribu dalam suratnya, Rabu (14/1/2026).

Menurut Oloan, berdasarkan pengetahuan aparatur desa dan pengecekan langsung di lapangan, aktivitas PT TBS tidak berkaitan dengan peristiwa banjir bandang yang terjadi di DAS Aek Garoga. Oloan menjelaskan aliran air dari area PT TBS hanya berupa mata air kecil yang mengalir ke Aek Nahombar, lalu bermuara ke Sungai Muara Sibuntuon dengan jarak sekitar 3–4 kilometer dan alur sungai yang sempit serta berkelok.

“Dengan kondisi tersebut, sangat tidak mungkin kayu-kayu dari area PT TBS dapat hanyut hingga ke jembatan Aek Garoga,” tulis Oloan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |