Suriah Cetak Uang Kertas Baru di Rusia, Dua Nol Bakal Dihapus

8 hours ago 6

loading...

Suriah akan mencetak uang kertas baru yang didesain ulang dan sengaja menurunkan nilai tukarnya terhadap mata uang asing lainnya atau devaluasi. Foto/Dok Aljazeera

JAKARTA - Suriah akan mencetak uang kertas baru yang didesain ulang dan sengaja menurunkan nilai tukarnya terhadap mata uang asing lainnya atau devaluasi. Damaskus baru-baru ini memutuskan untuk mengubah nilai tukar pound Suriah dan menghapus dua nol dari mata uang tersebut guna mempermudah transaksi dan mengembalikan kepercayaan.

Pound Suriah telah kehilangan lebih dari 99% nilainya sejak 2011, jatuh dari 50 menjadi sekitar 10.000 per dolar AS, hingga menghambat transaksi dan pengiriman uang. Gubernur Bank Sentral, Abdelkader Husrieh mengumumkan, rencana penurunan nilai tukar mata uang baru yang bertujuan untuk "memperkuat kepercayaan investor".

Selain itu juga bertujuan mempermudah transaksi luar negeri, dimana Ia menyebut langkah tersebut sebagai "keniscayaan." Disebutkan Suriah mencapai kesepakatan dengan perusahaan milik negara Rusia , Goznak, untuk mencetak uang kertas baru, menurut dua bankir dan satu sumber lainnya yang mengetahui rencana tersebut.

Baca Juga: Arab Saudi Gelontorkan Rp104 Triliun, Rekonstruksi Suriah yang Hancur Akibat Perang

Kesepakatan tersebut dilaporkan bakal rampung selama kunjungan Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shaiban ke Moskow pada akhir Juli, lalu. Goznak mencetak mata uang Suriah selama pemerintahan mantan Presiden Bashar Assad, yang diusir tahun lalu dalam penggulingan yang dipimpin oleh kelompok Islamis Hayat Tahrir al-Sham (HTS).

Assad, sekutu dekat Moskow, digantikan oleh pemimpin HTS Ahmed al-Sharaa. Pada awal tahun ini, muncul laporan bahwa pemerintah baru, meskipun tetap menjalin hubungan dengan Rusia, sedang menjajaki alternatif untuk Goznak, termasuk perusahaan-perusahaan di UEA atau Jerman. Diketahui Goznak berada di bawah sanksi Barat terkait konflik Ukraina.

Kementerian Keuangan Suriah dan bank sentral, serta Goznak, menolak memberikan komentar seperti dilansir RT. Sumber-sumber terkait mengatakan, kepada Reuters bahwa salah satu tujuan dari perombakan mata uang adalah untuk membawa sekitar 40 triliun pound yang beredar di luar sistem keuangan formal di bawah pengawasan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |