Tensi Geopolitik Memanas, Harga Emas Diprediksi Tembus Rp2,8 Juta Pekan Depan

1 hour ago 3

loading...

Harga emas dunia dan logam mulia domestik diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan pada pekan depan. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Harga emas dunia dan logam mulia domestik diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan pada pekan depan. Ketegangan geopolitik yang meluas serta memanasnya perang dagang global menjadi motor utama yang mendorong investor memburu aset aman (safe haven).

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia yang ditutup pada level USD 4.595 memiliki ruang penguatan yang lebar menuju rekor baru. Sejalan dengan itu, harga logam mulia di dalam negeri diperkirakan bakal mengekor kenaikan tersebut.

"Resistance kedua kemungkinan besar akan mengalami penguatan untuk harga emas dunia di 4.706, dolar per troy ounce. Logam mulia nya di Rp2.820.000. Ya ingat ada kemungkinan besar harga logam mulia itu di Rp2.820.000," ujar Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Minggu (18/1/2026).

Baca Juga: Harga Emas Antam Terus Meroket, Cetak Rekor Baru Lagi Hari Ini

Ibrahim menggarisbawahi lima faktor utama yang akan menggerakkan pasar emas pekan depan. Penerapan bea masuk dumping Uni Eropa terhadap alumina China dan ancaman tarif 20 persen oleh AS terhadap Eropa terkait isu Greenland memicu ketidakpastian pasar.

Situasi Iran yang siaga perang serta serangan balasan Ukraina ke wilayah Rusia meningkatkan risiko global. Hadirnya kapal induk AS Abraham Lincoln di Timur Tengah menambah panas atmosfer geopolitik.

Read Entire Article
Prestasi | | | |