loading...
Presiden AS Donald Trump ancam penjarakan wartawan yang bocorkan operasi penyelamatan pilot kedua jet tempur F-15E di Iran. Foto/Newswire
WASHINGTON - Pilot kedua jet tempur F-15E Strike Eagle Amerika Serikat (AS) telah hilang selama beberapa jam setelah pesawat itu ditembak jatuh Iran pada Jumat pekan lalu. Iran, menurut Presiden AS Donald Trump, tidak tahu soal itu.
Kemudian seorang "mata-mata" membocorkan informasi tersebut ke wartawan. Sekarang, perburuan terhadap pembocor itu pun dimulai.
Baca Juga: 48 Jam Awak Jet F-15 AS di Iran: Mendaki 7.000 Kaki, Berpistol, Jadi Buruan Berhadiah Rp1 Miliar
Berbicara di ruang briefing Gedung Putih pada hari Senin, Trump mengatakan sebuah laporan media yang mengungkapkan bahwa pasukan AS telah menyelamatkan satu anggota kru F-15 tetapi masih mencari yang kedua telah mempersulit operasi penyelamatan dengan memberi tahu Iran.
"Kami sedang berusaha keras untuk menemukan pembocor itu. Mereka pada dasarnya mengatakan bahwa kami telah menyelamatkan satu orang, dan ada seseorang yang hilang. Nah, [Iran] tidak tahu ada seseorang yang hilang sampai pembocor ini memberikan informasi," kata Trump.
Trump mengatakan pengungkapan tersebut memaksa militer AS ke posisi yang jauh lebih sulit.
"Operasi ini menjadi jauh lebih sulit karena seorang pembocor membocorkan bahwa kita telah menemukan satu, kita telah menyelamatkan satu, tetapi ada satu lagi di luar sana yang sedang kita coba dapatkan," katanya.


















































