loading...
Presiden Israel Isaac Herzog. Foto/president.gov.il
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan tekanannya terhadap Presiden Israel Isaac Herzog karena ia berupaya mendapatkan pengampunan untuk sekutunya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menghadapi tuduhan penyuapan.
Presiden Amerika Serikat mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis (12/2/2026) bahwa perdana menteri Israel telah menjadi pemimpin masa perang yang "luar biasa". Kemudian ia mengecam Herzog karena gagal menawarkan pengampunan presiden kepada Netanyahu.
“Anda memiliki presiden yang menolak memberinya pengampunan. Saya pikir orang itu seharusnya malu pada dirinya sendiri,” ujar Trump tentang Herzog.
Ia menambahkan warga Israel harus menekan Herzog untuk memberikan pengampunan kepada Netanyahu.
“Dia memalukan karena tidak memberikannya. Dia harus memberikannya,” kata Trump.
Komentar tersebut muncul sehari setelah Trump menjamu Netanyahu di Gedung Putih — pertemuan ketujuh mereka sejak presiden AS kembali berkuasa tahun lalu.
Netanyahu dituduh menerima hadiah mewah sebagai suap dan mempertimbangkan kesepakatan dengan media sebagai imbalan atas pemberitaan yang menguntungkan pemerintahannya.
Sidang pertamanya dimulai pada tahun 2020, tetapi proses hukum telah berulang kali terganggu oleh gejolak geopolitik di kawasan tersebut, termasuk perang genosida Israel di Gaza.














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516109/original/019613500_1772255126-Untitled_design__2_.jpg)


































