Wanita Ini Tolak Rp16 Triliun dari Meta, Kok Bisa?

3 weeks ago 16

loading...

Mira Murati, mantan Chief Technology Officer (CTO) OpenAI sekaligus pendiri startup Thinking Machines Lab. FOTO/AP

JAKARTA - Mira Murati, mantan Chief Technology Officer (CTO) OpenAI sekaligus pendiri startup Thinking Machines Lab, menolak tawaran senilai USD1 miliar atau setara Rp16 triliun untuk bergabung dengan raksasa teknologi Meta. Keputusan itu diambil demi mempertahankan independensi visi dan arah pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang diusung perusahaannya.

Murati menyatakan seluruh anggota timnya menolak tawaran menggiurkan dari Meta, termasuk paket kompensasi pribadi yang dilaporkan mencapai USD200 juta–USD1 miliar per individu. Mereka memilih untuk tetap fokus mengembangkan AI secara mandiri tanpa campur tangan korporasi besar.

"Kami tidak tertarik mengorbankan visi jangka panjang kami demi kepentingan jangka pendek," ujar Murati kepada Wired, seperti dikutip dari Times of India, Rabu (6/8). Ia menambahkan, Thinking Machines Lab dibangun berdasarkan nilai-nilai etika, kebebasan inovasi, dan tanggung jawab sosial dalam membentuk masa depan AI.

Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia versi Forbes Agustus 2025, Total Kekayaan Tembus Rp2.490 Triliun

Thinking Machines Lab saat ini sedang mengembangkan teknologi AI multimodal yang memungkinkan interaksi manusia dengan mesin melalui suara, teks, dan penglihatan. Meski belum meluncurkan produk, perusahaan tersebut telah mengantongi pendanaan besar dan mencapai valuasi lebih dari USD1 miliar.

Read Entire Article
Prestasi | | | |