loading...
Warga menerobos banjir yang melanda Jalan Gunung Sahari Utara, kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Minggu (18/1/2026). Foto/Aldhi Chandra
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem periode 19-22 Januari 2026. Hal ini dipengaruhi Bibit Siklon Tropis serta menguatnya seruakan dingin (cold surge) Asia.
BMKG mengatakan bahwa sirkulasi siklonik yang saat ini berada di selatan Nusa Tenggara Barat yang telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S. Selain faktor tersebut, terdapat juga suplai massa udara lembab yang dibawa oleh monsun Asia yang aktif, bergerak lebih cepat dari Laut China Selatan menuju Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa.
"Kombinasi keduanya membentuk dan menguatkan daerah konvergensi dalam skala yang luas di sekitar wilayah selatan Indonesia, khususnya Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat, sehingga berperan penting dalam memicu pertumbuhan awan hujan intensif pada wilayah tersebut," tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Senin (19/1/2026).
Baca juga: 45 RT dan 21 Jalan di Jakarta Masih Banjir, 5 Pohon Tumbang Imbas Hujan Deras
















































