loading...
HANOI - Kepolisian Vietnam melaporkan bahwa lebih dari 8,4 miliar akun email milik pengguna di seluruh dunia telah dibeli, dijual, dan dipertukarkan secara online setelah menjadi sasaran sejumlah serangan siber sebelumnya
Seperti dilansir dari VN Express, pihak berwenang provinsi Tuyen Quang mengatakan mereka telah meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap tiga pria berusia 24 hingga 26 tahun dari Hanoi, Thanh Hoa, dan Gia Lai.
Ketiga tersangka dituduh mengakses dan memperdagangkan data email yang bocor secara ilegal.
Menurut polisi, kelompok tersebut beroperasi secara terorganisir dan terhubung dengan kontak di luar negeri melalui aplikasi pesan Telegram untuk mendapatkan basis data yang berisi informasi login email, termasuk nama pengguna dan kata sandi yang telah terungkap dalam insiden peretasan sebelumnya.
Investigasi awal menunjukkan bahwa antara tahun 2024 dan 2025, operasi tersebut menangani data yang terkait dengan lebih dari 8,4 miliar akun email di seluruh dunia, menghasilkan pendapatan ratusan juta dong.
Polisi mengatakan investigasi masih berlangsung dan tersangka lain mungkin terlibat
(wbs)
















































