Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, belakangan ini istilah bed rotting ramai dibicarakan, terutama di kalangan Gen Z. Kebiasaan ini merujuk pada pilihan berlama-lama di tempat tidur dalam keadaan terjaga, kerap diisi dengan aktivitas pasif seperti menjelajahi media sosial, menonton serial, atau sekadar melamun. Pertanyaannya, apakah rebahan seharian ini bisa dianggap sebagai istirahat yang sehat atau justru berpotensi toksik bagi kesehatan fisik dan mental?
Istilah yang populer di TikTok ini menyoroti momen ketika seseorang sengaja menghabiskan waktu berjam-jam di tempat tidur tanpa melakukan kegiatan yang dianggap “produktif”. Di sisi lain, banyak yang memandangnya sebagai bentuk jeda untuk menenangkan diri dari ritme hidup yang serba cepat dan penuh tekanan. Sebagian bahkan melihatnya sebagai cara menolak budaya kerja tanpa henti yang mengagungkan produktivitas.
Sejumlah ahli mengingatkan bahwa dampak bed rotting sangat bergantung pada frekuensi serta motivasi di baliknya. Sesekali mengambil jeda di tempat tidur bisa terasa restoratif, namun ketika beralih menjadi kebiasaan, risikonya terhadap kesehatan mental, pola tidur, dan tubuh tidak bisa diabaikan.
Apa Itu Bed Rotting dan Mengapa Viral?
Bed rotting adalah kebiasaan berlama-lama di tempat tidur saat terjaga, seringkali diisi dengan aktivitas pasif seperti scrolling, menonton acara, atau melamun. Fenomena ini menjadi viral di TikTok karena dianggap mudah dilakukan dan terasa relevan dengan kondisi keseharian banyak orang.
Dalam konteks tekanan modern, bed rotting kerap dipandang sebagai bentuk protes terhadap budaya produktivitas yang tanpa henti. Vanessa Hill, seorang ilmuwan tidur, menyebut praktik ini sebagai penolakan terhadap budaya produktivitas dengan mengambil waktu untuk beristirahat.
Dr. Narineh Hartoonian, psikolog klinis dari Rowan Center for Behavioral Medicine, menjelaskan bahwa tren ini mencerminkan hubungan generasi muda dengan stres dan harga diri. Menurutnya, generasi Z tidak acuh tak acuh, melainkan berupaya mengatasi lingkungan yang terlalu menstimulasi dan bertekanan tinggi.
Bagi para penganutnya, bed rotting disebut membantu mengelola stres, meredakan kecemasan, serta mengisi ulang energi mental dan emosional. Ada yang merasa lebih rileks dan menemukan pelarian sejenak dari persoalan hidup ketika berdiam di tempat tidur. Beberapa orang juga melaporkan munculnya rasa aman dan nyaman saat tengah terkuras secara emosional atau fisik.
Manfaat Sesekali Rebahan Menurut Pakar
Para ahli mengakui bahwa istirahat pasif sesekali dapat memberikan efek pemulihan, dengan catatan dilakukan secara sadar dan tidak berlebihan. Di tengah aktivitas harian yang padat, jeda singkat bisa membantu tubuh dan pikiran kembali tenang.
Dr. Meghan Galili, dokter penyakit dalam, menekankan bahwa jika dilakukan dalam batas wajar, bed rotting berpotensi meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Tubuh dan pikiran membutuhkan istirahat agar otot, sendi, sistem saraf, serta organ lain dapat mengatur ulang dan pulih dari stres harian.
Sejalan dengan itu, Najamah Davis, pekerja sosial klinis berlisensi, membandingkan bed rotting dengan mindfulness atau “tidak melakukan apa-apa” yang membantu sistem saraf mengatur ulang. Menurutnya, periode istirahat singkat tanpa struktur, dengan stimulasi rendah dan waktu untuk dekompresi, dapat menurunkan kadar kortisol, mendukung regulasi emosi, bahkan meningkatkan kreativitas.
Risiko Saat Bed Rotting Jadi Kebiasaan
Di sisi lain, banyak ahli memperingatkan bahwa kebiasaan bed rotting yang berlebihan dapat memunculkan konsekuensi negatif. Waktu yang terlalu banyak dihabiskan di tempat tidur bisa memperburuk masalah kesehatan mental yang sudah ada atau bahkan memicu masalah baru. Rasa bersalah, kecemasan, hingga depresi dapat muncul ketika kebiasaan ini tidak terkendali.
Dr. Narineh Hartoonian menyoroti bahwa meski istirahat sesekali bersifat restoratif, bed rotting yang berlangsung sebagai kebiasaan mungkin mengindikasikan beban stres berlebih, burnout, atau penghindaran emosional.
Kebiasaan ini juga berpotensi mengganggu ritme tidur dan memicu insomnia. Penting untuk menjaga asosiasi tempat tidur dengan tidur, bukan dengan aktivitas terjaga seperti bekerja, makan, atau menonton TV.
Dari sisi fisik, berbaring terlalu lama dapat menyebabkan kekakuan otot, sakit punggung, sirkulasi darah yang buruk, penambahan berat badan, serta masalah kardiovaskular. Dr. Martin Veysey, ahli gastroenterologi, mengingatkan bahwa kurangnya aktivitas fisik berdampak negatif pada saluran pencernaan.
Apabila bed rotting mulai menghalangi seseorang untuk menjalani kehidupan yang penuh atau memenuhi tanggung jawab sehari-hari, itu bisa menjadi sinyal untuk mencari bantuan profesional.
Dr. Sue Varma, psikiater, menjelaskan bahwa meski konsep bed rotting terasa nyaman, hal ini tidak secara efektif membantu pemulihan sejati. Sebaliknya, praktik tersebut dapat menciptakan keadaan inersia yang menyulitkan individu terlibat dalam istirahat aktif atau kegiatan bermakna yang mempromosikan relaksasi dan peremajaan mental.
Alternatif Istirahat yang Lebih Restoratif
Alih-alih terlalu sering melakukan bed rotting, para ahli menganjurkan bentuk istirahat yang lebih aktif dan memulihkan. Pendekatan ini membantu menenangkan sistem saraf sekaligus menjaga kebugaran.
Dr. Sue Varma merekomendasikan aktivitas seperti olahraga ringan, berjalan kaki, atau yoga untuk meningkatkan suasana hati dan tingkat energi.
Terlibat dalam hobi, bersosialisasi, serta meluangkan waktu di luar ruangan juga dapat menciptakan periode istirahat yang lebih seimbang dan menyegarkan.
Selain itu, membangun kebiasaan tidur yang sehat penting untuk kualitas istirahat, termasuk menjaga jadwal tidur yang teratur, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, dan menghindari penggunaan layar sebelum tidur.
Menjadwalkan waktu khusus untuk istirahat dapat membantu mengurangi rasa bersalah sekaligus memastikan jeda tetap menjadi prioritas, tanpa harus terjebak pada kebiasaan berlama-lama di tempat tidur.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.


















































