loading...
WASHINGTON - CIA telah membuka akses publik terhadap puluhan laporan intelijen kepresidenan yang mengungkap para pejabat Amerika Serikat telah diperingatkan bertahun-tahun sebelum serangan 11 September. Peringatan itu menyebut Osama bin Laden dan jaringan Al-Qaeda-nya sedang mempertimbangkan serangan di wilayah AS menggunakan pesawat yang dibajak atau pesawat yang dipenuhi bahan peledak, sembari juga berupaya memperoleh senjata biologis, kimia, dan nuklir.
Badan tersebut merilis 71 dokumen President’s Daily Brief (PDB)—laporan intelijen harian untuk presiden—pada hari Jumat untuk menandai peringatan peristiwa 9/11.
Kumpulan dokumen yang mencakup lebih dari 100 halaman ini merupakan rilis terbesar dokumen intelijen kepresidenan CIA terkait serangan tersebut, serta memuat berbagai penilaian mulai dari tahun 1998 hingga masa sesaat setelah peristiwa 11 September 2001.
Salah satu dokumen yang paling mencolok adalah memorandum bulan September 1998 mengenai niat Bin Laden.
Intelijen mengindikasikan "pilihan utama" Bin Laden adalah menyerang AS "di wilayahnya sendiri, di Washington," tulis CIA, seraya memperingatkan jaringannya "mungkin menerbangkan pesawat berisi bahan peledak ke satu kota di AS."
Tiga bulan kemudian, laporan intelijen lainnya memperingatkan Bin Laden dan sekutunya sedang mempersiapkan serangan di AS, termasuk rencana membajak pesawat komersial Amerika selama musim liburan.
Materi yang baru dirilis ini juga menunjukkan adanya kekhawatiran terus-menerus mengenai senjata non-konvensional.

















































