loading...
Lebah Madu Juga Mengalami Gangguan Penciuman seperti Manusia. Foto/ Live Sciece
LONDON - Penelitian baru menunjukkan bahwa lebah madu belajar jauh lebih buruk ketika terganggu oleh cahaya yang berkedip-kedip, yang mengungkap kemampuan kognitif kompleks serangga ini.
Bahkan serangga terkecil pun membutuhkan konsentrasi. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa lebah madu—yang cepat belajar dalam mengingat aroma yang menandakan keberadaan air gula—sama sekali gagal dalam tugas ini ketika cahaya berkedip muncul.
Gangguan yang menyerupai manusia ini menunjukkan bahwa lebah mungkin menggunakan suatu bentuk "kognisi" yang menghubungkan sebab dan akibat.
Penelitian ini diterbitkan dalam jurnalProceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. Di laboratorium,para ilmuwansering menggunakan refleks terkondisi untuk menguji memori lebah dengan memasangkan aroma dengan air gula. Jika aroma dan gula muncul secara bersamaan, lebah belajar dengan sangat cepat.
Namun, jika jejak muncul beberapa detik setelah aroma memudar (dikenal sebagai "pengkondisian lalu lintas"), tugas menjadi lebih sulit. Ini membutuhkan perhatian atau "persepsi" untuk mengaitkan aroma dengan hadiah selama periode waktu tertentu, mirip dengan apa yang terjadi pada manusia.
Dalam sebuah studi baru, tim ahli melangkah lebih jauh dengan eksperimen "pembelajaran terbalik". Awalnya, lebah dilatih untuk menggunakan belalainya untuk menghisap nektar ketika mencium aroma A (gula) dan mengabaikan aroma B (bukan gula). Setelah beberapa percobaan, aturannya dibalik: aroma B mengandung gula, sedangkan aroma A tidak.

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)
















