loading...
Pengendara di Malaysia bisa kehilangan kelayakan mendapat BBM bersubsidi jika SIM-nya mati terlalu lama. Foto/The Star/Azhar Mahfof
KUALA LUMPUR - Para pengendara perlu memperhatikan masa berlaku surat izin mengemudi (SIM). Sebab, SIM yang sudah tidak aktif ternyata bisa berpengaruh terhadap akses mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Aturan ini bukan berlaku di Indonesia, melainkan diterapkan pemerintah Malaysia melalui sistem subsidi bensin RON95.
Baca Juga: DPR Minta SIM Berlaku Seumur Hidup, Kakorlantas: Sudah Pernah Ditolak MK
Pemerintah Malaysia menjadikan Lesen Memandu Malaysia (LMM) atau SIM Malaysia sebagai salah satu data penting untuk menentukan kelayakan warga mendapatkan subsidi bensin melalui program BUDI MADANI RON95 (BUDI95).
BUDI95 merupakan program subsidi bensin yang ditujukan khusus bagi warga negara Malaysia. Pemerintah menggunakan data identitas dan LMM untuk memastikan subsidi diberikan kepada masyarakat yang memenuhi syarat.
Karena itu, warga Malaysia yang memiliki LMM perlu memastikan dokumennya tetap aktif. Jika LMM sudah terlalu lama kedaluwarsa, pemiliknya dapat kehilangan kelayakan dalam sistem subsidi tersebut.
Aturan perpanjangan LMM di Malaysia sendiri cukup panjang. Warga negara Malaysia dan pemegang status MyPR dapat memperpanjang LMM hingga 10 tahun. Sementara warga negara asing atau pemegang paspor dapat memperpanjangnya maksimal 5 tahun.
Biaya perpanjangan untuk warga Malaysia ditetapkan berdasarkan kelas LMM. Untuk kelas B2, B dan C dikenakan RM20 per tahun, sedangkan kelas D dan ke atas RM30 per tahun.




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339864/original/075800400_1788431827-IMG_4442.jpeg)





























