Rusia Ancam Konsekuensi Mengerikan jika Jepang Bersikeras Klaim Kepulauan Kuril

2 weeks ago 69

loading...

Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) berfoto bersama warga setempat di Kurilsk, Pulau Iturup—pulau terbesar di Kepulauan Kuril, wilayah Timur Jauh Rusia pada Kamis, 13 Agustus 2026. Foto/Gavriil Grigorov/Sputnik

MOSKOW - Kepulauan Kuril akan selamanya menjadi wilayah Rusia, dan Jepang dianggap mencari masalah dengan terus mempertahankan klaimnya atas kepulauan tersebut. Peringatan itu diungkap mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

Kepulauan Kuril jatuh ke bawah kendali Soviet pada akhir Perang Dunia II setelah kekalahan Jepang dan kemudian dimasukkan ke dalam wilayah Uni Soviet (USSR).

Namun, Tokyo terus mengklaim empat pulau paling selatan—Iturup, Kunashir, Shikotan, dan gugusan pulau Habomai—yang mereka sebut sebagai "Wilayah Utara" (Northern Territories).

Sengketa ini telah menjadi hambatan utama bagi Moskow dan Tokyo untuk menandatangani perjanjian damai resmi selama delapan dekade sejak konflik tersebut berakhir.

Pada hari Kamis, Tokyo melayangkan protes keras terkait kunjungan pertama Presiden Rusia Vladimir Putin ke Kepulauan Kuril.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyebut kunjungan Putin itu "sama sekali tidak dapat diterima" dan mengatakan hal itu "melukai perasaan rakyat Jepang."

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi juga mengeluarkan pernyataan yang menegaskan pulau-pulau tersebut "merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Jepang, baik secara historis maupun menurut hukum internasional."

Read Entire Article
Prestasi | | | |