Sekjen PBB Kecam Kekejaman di Gaza, Serukan Akuntabilitas di Tengah Kelaparan

7 hours ago 5

loading...

Warga Gaza kelaparan akibat blokade Israel. Foto/anadolu

NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam "daftar kengerian tak berujung" yang terjadi di Gaza setelah hampir dua tahun konflik. Adapun pertahanan sipil Gaza melaporkan puluhan korban baru akibat serangan Israel.

Seiring militer Israel bersiap menguasai Kota Gaza, negara itu menghadapi tekanan domestik dan internasional yang semakin meningkat untuk menghentikan serangannya di wilayah Palestina, tempat PBB secara resmi menyatakan bencana kelaparan.

Sekitar dua juta warga Palestina—mayoritas penduduk—telah mengungsi setidaknya sekali selama konflik, dan organisasi-organisasi kemanusiaan memperingatkan agar tidak memperluas operasi militer.

"Gaza dipenuhi puing-puing, dipenuhi mayat, dan dipenuhi contoh-contoh pelanggaran serius hukum internasional," ungkap Guterres kepada wartawan pada hari Kamis (28/8/2025), menekankan perlunya akuntabilitas.

Pada hari Kamis, gumpalan asap tebal mengepul di atas Kota Gaza menyusul pemboman Israel di pinggiran kota, seperti yang terekam dalam rekaman video.

Aya Daher, pengungsi dari distrik Zeitoun di Kota Gaza, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ia tidak memiliki tempat berlindung dan "hanya menunggu belas kasihan Tuhan" di luar rumah sakit setempat.

"Terjadi ledakan sepanjang malam. Saya terluka, suami saya terluka oleh pecahan peluru, dan putra saya juga terluka di kepala. Syukurlah kami selamat, tetapi ada juga yang menjadi martir," ujarnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |