loading...
Terapi regeneratif dengan stem cell (sel punca) dan secretome kini semakin mendapat perhatian di dunia medis modern. Foto/Shuterstock.
JAKARTA - Terapi regeneratif dengan stem cell (sel punca) dan secretome kini semakin mendapat perhatian di dunia medis modern. Metode ini dikenal mampu membantu tubuh memperbaiki jaringan yang rusak, meredakan peradangan, sekaligus merangsang proses penyembuhan alami.
Di Indonesia, penggunaan terapi stem cell sudah mulai diterapkan untuk menangani berbagai penyakit, terutama pada kasus ortopedi , gangguan ginjal kronik, hingga kerusakan jaringan muskuloskeletal.
“Stem cell dan secretome terbukti memberikan hasil positif, khususnya pada kasus ortopedi seperti osteoartritis maupun cedera tulang belakang,” ujar dr. Sandy Qlintang, M.Biomed, Presiden Direktur Kalbe Regenic Stem Cell, dalam simposium bertajuk Stem Cell dan Terapi Regeneratif: Harapan Baru untuk Kedokteran Regeneratif di Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (30/8/2025).
Baca juga:Stem Cell Mesenkimal Kini Jadi Terapi Regeneratif untuk Cedera, Disfungsional, dan Kerusakan Organ Tubuh
Senada dengan itu, dr. Yanuarso, Sp.OT(K), M.H., DABRM, menjelaskan bahwa terapi stem cell juga efektif untuk memperbaiki jaringan muskuloskeletal, termasuk tulang dan sendi. Menurutnya, metode ini tidak hanya mempercepat penyembuhan, tetapi juga mampu meningkatkan fungsi jaringan secara signifikan.
Meski demikian, terapi stem cell tidak boleh dilakukan sembarangan. Prof. Dr. Taruna Ikrar, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), menegaskan bahwa pengobatan ini harus melalui uji pre-klinik dan klinik yang valid, disertai standar mutu, keamanan, serta pengawasan ketat pada produksi dan distribusi.
“Stem cell memang memberi harapan besar, tetapi tetap menyimpan risiko jika tidak dijalankan secara tepat. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar mencari sensasi,” tegas Prof. Taruna Ikrar.
(nnz)