loading...
Pemandangan malam hari di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Foto/anadolu
ABU DHABI - Uni Emirat Arab menuduh Iran menembakkan dua rudal balistik ke arah wilayahnya pada hari Selasa (18/8/2026). Serangan ini tepat saat tenggat waktu dua bulan untuk perundingan damai Amerika Serikat-Iran berakhir tanpa adanya terobosan.
Menyusul insiden tersebut, Abu Dhabi mengumumkan penghentian seluruh perdagangan dan transaksi keuangan dengan Teheran.
Dugaan insiden ini dilaporkan Kementerian Pertahanan UEA dan Otoritas Nasional Manajemen Krisis dan Bencana (NCEMA). Lembaga-lembaga tersebut tidak secara eksplisit menyatakan apakah rudal-rudal yang masuk itu berhasil ditembak jatuh.
Pihak militer menyatakan salah satu rudal jatuh di dalam perairan wilayah negara itu, sementara rudal kedua mendarat di luar wilayah tersebut.
Kemudian pada hari yang sama, Kementerian Pertahanan menyatakan proyektil-proyektil tersebut tampaknya menargetkan "navigasi maritim." Kementerian tidak merinci apakah kapal-kapal yang diduga menjadi sasaran sedang berlayar di perairan domestik atau internasional negara tersebut.
Tak lama setelah militer UEA memberikan pembaruan mengenai penilaian mereka terhadap dugaan serangan itu, Kementerian Luar Negeri mengumumkan penghentian seluruh perdagangan dan transaksi dengan Iran akibat insiden tersebut.



















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339864/original/075800400_1788431827-IMG_4442.jpeg)






























