loading...
Krisis energi global yang dipicu oleh perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran kini mulai menghantam Benua Afrika dengan sangat keras. Foto/Dok
JAKARTA - Krisis energi global yang dipicu oleh perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran kini mulai menghantam benua Afrika dengan sangat keras. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tak terkendali dilaporkan telah memicu guncangan berantai yang mengancam stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat Afrika.
Presiden Asosiasi Ekonomi Malawi, Bertha Chikadza memperingatkan, bahwa negara-negara Afrika berada dalam posisi yang sangat rentan karena ketergantungan yang tinggi pada rantai pasok eksternal. Menurutnya, melepaskan diri dari ketergantungan pasar global bukanlah perkara mudah bagi benua yang masih minim infrastruktur tersebut.
Dampak penutupan Selat Hormuz sejak akhir Februari lalu kini dirasakan langsung oleh setiap warga di Malawi. Kenaikan harga bahan bakar telah memicu kenaikan biaya transportasi yang secara otomatis melambungkan harga pangan.
Baca Juga: Rusia Peringatkan Krisis Energi Bakal Hantui Dunia Berbulan-bulan, Gencatan Senjata Belum Cukup?
“Efek ekonomi dan sosial dari perang ini sudah dirasakan oleh setiap warga Malawi,” ujar Chikadza dalam wawancaranya dengan RT.

















































