loading...
Kapal tanker raksasa Minerva Gloria sepanjang 250 meter bersandar di dermaga, membawa harta karun yang enam bulan lalu mustahil bisa masuk ke Amerika Serikat (AS). Foto/Dok
JAKARTA - Krisis energi mengguncang global akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran, namun sebuah pemandangan kontras terlihat di Sound Mississippi. Kapal tanker raksasa Minerva Gloria sepanjang 250 meter bersandar di dermaga, membawa 'harta karun' yang enam bulan lalu mustahil bisa masuk ke Amerika Serikat (AS).
Kargo berharga tersebut adalah 400.000 barel minyak mentah Venezuela . Langkah ini menandai babak baru kedaulatan energi AS setelah penangkapan Nicholas Maduro pada Januari lalu. Kini di bawah kendali transisi yang didukung AS, keran minyak negara pemilik cadangan terbesar di dunia itu kembali terbuka lebar.
Strategi Cerdik Chevron di Tengah Perang
Raksasa migas Chevron menjadi pemain utama dalam kembalinya minyak Venezuela ke pasar AS. Kilang Chevron di Pascagoula, Mississippi dirancang khusus untuk mengolah jenis minyak "berat" (heavy oil) yang berasal dari Venezuela.
"Ini adalah hal besar, bukan hanya untuk Chevron tetapi bagi seluruh wilayah Teluk," ujar Tim Potter, Direktur Kilang Chevron Pascagoula.
Baca Juga: Lewati Selat Hormuz Wajib Bayar Iran Pakai Bitcoin, Bagaimana Nasib Kapal Tanker RI?
Chevron saat ini mengimpor rata-rata 250.000 barel per hari dan berencana menaikkan volume hingga 400.000 barel per hari. Minyak mentah Venezuela relatif murah untuk dibeli karena jauh lebih sulit diproses.


















































