loading...
Iran memiliki beragam rudal yang mampu menghancurkan pangkalan militer AS. Foto/X
TEHERAN - Rudal Kheibar Shekan milik Iran —yang dalam bahasa Persia berarti "Penghancur Benteng" (Castle Breaker)—telah menjadi salah satu senjata yang paling banyak dibicarakan dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Rudal balistik jarak menengah ini digunakan oleh Iran dalam serangan terhadap sasaran militer dan infrastruktur AS di Timur Tengah pekan ini. Langkah ini diambil Teheran untuk menunjukkan bahwa persediaan rudalnya masih memadai setelah enam bulan menghadapi serangan yang datang silih berganti dari AS dan Israel.
Perang memasuki fase baru pekan ini setelah jeda pertempuran selama satu bulan, ketika pasukan AS menyerang peluncur roket di Pulau Larak, Iran—yang terletak di Selat Hormuz dekat pelabuhan strategis Bandar Abbas—pada hari Senin. Tindakan tersebut memicu Iran untuk membalas dengan menyerang aset militer AS di Yordania.
Sejak saat itu, Amerika Serikat telah melancarkan lebih banyak serangan terhadap berbagai sasaran Iran, dan Teheran kembali membalas dengan tindakan serupa, menyasar beberapa pangkalan AS di kawasan tersebut, termasuk di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA).
Ini adalah rudal balistik jarak menengah yang dikembangkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai bagian dari jajaran rudal mereka yang lebih luas.
Rudal ini merupakan salah satu sistem rudal jarak menengah terbaru milik Iran, dengan jangkauan sekitar 1.450 km (901 mil) dan kapasitas muatan (hulu ledak) antara 449 kg hingga 590 kg (990 pon hingga 1.300 pon).
Sebagai perbandingan, AS telah memperkenalkan *Precision Strike Missiles* (PrSM) dalam konflik tersebut; rudal ini digambarkan oleh produsennya, Lockheed Martin, sebagai rudal serangan presisi jarak jauh yang mampu menghantam target dalam jarak mulai dari 60 km (37 mil) hingga lebih dari 499 km (310 mil).


















































