Eksistensi Bangsa Iran Bergantung Perang, Khatami: Jangan Terlalu Emosi

2 weeks ago 31

loading...

Eksistensi bangsa Iran bergantung perang. Foto/X

TEHERAN - Mantan Presiden Iran Mohammad Khatami memperingatkan adanya pihak-pihak di Iran yang meyakini bahwa "kelangsungan hidup dan eksistensi" bangsa bergantung pada perang; ia secara terbuka mempertanyakan logika di balik pandangan tersebut.

"Ada yang berkata: 'Pertama, kita akan memberi pelajaran kepada Amerika di sini, lalu kita akan pergi ke jantung Amerika dan memeranginya di sana.' Namun, kenyataan apa yang mendasari hal itu?" tanya Khatami, dilansir Fars.

"Perasaan saya pun terluka saat mereka membunuh komandan kami, hingga rasanya mata ini hampir menangis darah. Namun, memimpin masyarakat tidak bisa hanya didasarkan pada luapan emosi semata," tambahnya. "Kita harus mempertimbangkan apa yang terbaik bagi kepentingan utama negara, sistem pemerintahan, dan Islam."

Kemudian, Mokhtar Haddad, pemimpin redaksi surat kabar Iran Al-Wifaq, meyakini bahwa Presiden Trump pada akhirnya akan melunakkan sikap kerasnya dan mematuhi Nota Kesepahaman (MoU) yang ada. Ia menggambarkan strategi Trump sebagai langkah yang dimulai dengan tuntutan tinggi sebelum akhirnya mundur.

"Pengalaman telah membuktikan kepada Iran—melalui pola perilaku presiden Amerika yang sudah dikenal luas ini—bahwa ia selalu mengawali dengan tuntutan yang sangat tinggi," ujar Haddad kepada Al Jazeera.

"Saya yakin, pada akhirnya, ketika kebuntuan ini semakin menyulitkan posisi presiden Amerika, ia akan mundur, kembali melunak, dan terpaksa menerima kelanjutan Nota Kesepahaman tersebut."

Read Entire Article
Prestasi | | | |