loading...
Jilatan api menyembur dari menara pembakar di ladang minyak Nahr Bin Umar, sebelah utara Basra, Irak, pada 16 September 2019. FOTO/Reuters
SINGAPURA - Harga minyak dunia naik selama empat hari perdagangan berturut-turut pada Rabu (19/8) di tengah kebuntuan perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Harga minyak Brent naik 0,3% menjadi USD91,28 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,4% menjadi USD85,31 per barel pada pukul 08.05 waktu Singapura.
"Kami tidak sedang melakukan pembicaraan dengan Iran," ujar Presiden AS Donald Trump dikutip dari livemint, dalam pernyataan yang kembali menegaskan bahwa belum ada kemajuan diplomatik antara Washington dan Teheran.
Baca Juga: Jika Trump Tingkatkan Eskalasi Perang, NATO Siap Hadapi Serangan Iran ke Eropa
Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan gangguan pasokan energi di kawasan tersebut. Harga minyak mentah telah melonjak sejak konflik Timur Tengah pecah pada akhir Februari, sehingga meningkatkan tekanan terhadap inflasi global. Pasar energi juga menghadapi dampak perang Rusia-Ukraina yang semakin ketat setelah serangan terhadap sejumlah kilang minyak.
Kenaikan harga produk olahan minyak, terutama diesel, bahkan jauh melampaui kenaikan harga minyak mentah. Kondisi tersebut menambah beban pengendara, pengemudi truk, dan sektor industri yang bergantung pada bahan bakar diesel.
AS berencana meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran untuk memaksa Teheran menyerah, sekaligus mempertahankan blokade terhadap sejumlah pelabuhan negara tersebut. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan paket sanksi baru yang lebih keras kemungkinan diumumkan pada pekan ini.


















































