loading...
Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro. Foto/anadolu
WASHINGTON - Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, menuduh India arogan karena menentang tuntutan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan pembelian minyak Rusia. Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif barang-barang India menjadi 50% pada hari Rabu (27/8/2025) dalam upaya mencegah New Delhi mengimpor lebih lanjut dari Rusia.
Bea masuk tersebut mencakup lebih dari separuh ekspor India ke AS, pasar terbesarnya. Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi telah menyerukan peningkatan kemandirian dan menyatakan India bersedia menanggung tarif tersebut.
"Yang meresahkan saya adalah orang India begitu arogan tentang hal ini. Mereka berkata: 'oh, ini kedaulatan kami, kami dapat membeli minyak dari siapa pun kapan pun kami mau'," ujar Navarro dalam wawancara dengan Bloomberg TV pada hari Rabu.
"Saya bingung, oke? Modi pemimpin yang hebat... ini demokrasi yang matang dengan orang-orang cerdas yang menjalankannya, dan mereka menatap kita dengan berani... mereka bilang: 'kita tidak akan berhenti membeli minyak Rusia,'" papar dia.
Sangat mudah, India bisa mendapatkan diskon 25% besok jika berhenti membeli minyak Rusia.