Peringatan Sumpah Pemuda: Jaga Kedaulatan Bangsa di Era Algoritma dan Metaverse

2 months ago 29

loading...

Pengamat keamanan siber dan politik internasional, Miftahul Ulum mengungkapkan medan juang bagi generasi muda Indonesia, yakni dunia metaverse, kecerdasan buatan (AI), dan algoritma. Foto/Ist

JAKARTA - Dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 para pemuda Indonesia berikrar untuk menaklukkan sekat-sekat primordial, perbedaan suku, bahasa, dan wilayah. Kini, di era Revolusi Industri 4.0 dan era Masyarakat 5.0, tantangan itu telah berevolusi.

Medan juang generasi muda telah bergeser dari konfrontasi fisik di dunia nyata ke sebuah lanskap digital yang tak kasat mata. Pengamat keamanan siber dan politik internasional, Miftahul Ulum mengungkapkan medan juang bagi generasi muda Indonesia, yakni dunia metaverse, kecerdasan buatan (AI), dan algoritma.

Baca juga: Teks Sumpah Pemuda Lengkap dan Tokoh-Tokoh yang Berperan di Baliknya

Ketiganya adalah kekuatan tak terlihat, yang berkontribusi membentuk kebiasaan, mempolarisasi pandangan, dan cara berfikir seseorang. Menurut Ulum, disrupsi teknologi dan pergeseran budaya bukanlah fenomena baru.

Pada zaman Plato, ada perubahan budaya oral, di mana orang berpidato, berdebat berubah menjadi budaya tulisan. Perubahan tersebut menimbulkan dinamika di masyarakat kala itu. Namun, hal tersebut memberikan sebuah peluang dan resiko bagi peradaban manusia.

Read Entire Article
Prestasi | | | |