Fimela.com, Jakarta Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, kembali membawa pulang prestasi membanggakan di kancah nasional. Kali ini, ia meraih penghargaan dalam ajang BAZNAS Awards 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Raihan BAZNAS Awards ini menjadi kali kedua Wali Kota Khairul, setelah sebelumnya menerima penghargaan serupa pada 2023.
Ketua BAZNAS, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menyerahkan penghargaan BAZNAS Awards 2025 kepada Wali Kota Tarakan, Khairul dalam acara penganugerahan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Dalam wawancara dengan Fimela.com, Wali Kota Khairul mengatakan penghargaan ini bukanlah tujuan utama. Ia menekankan bahwa sejak awal pihaknya selalu mendukung program-program BAZNAS karena berperan penting dalam mengatasi persoalan kemiskinan.
“Kami tidak pernah mengharapkan penghargaan. Sejak awal, kami mendukung BAZNAS karena perannya sangat membantu pemerintah kota, khususnya dalam penanganan kaum dhuafa dan masyarakat miskin,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Khairul mengatakan ada banyak momen ketika kehadiran BAZNAS sangat membantu pemerintah daerah. Salah satunya saat ada warga dhuafa yang harus dirujuk berobat ke luar daerah.
“Kalau sistem di pemerintah harus ada SPJ dulu, baru bisa dibayar. Dalam kondisi seperti itu biasanya ditalangi lebih dulu oleh BAZNAS,” ungkapnya.
Tak hanya di bidang kesehatan, BAZNAS memberikan dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pemerintah Kota setiap tahunnya menganggarkan bantuan untuk sekitar 1.500 anak. Namun, kebutuhan tambahan kerap muncul, dan di situlah BAZNAS hadir menutup kekurangan.
“Banyak program lain yang dilakukan BAZNAS, baik untuk pendidikan, kesehatan, maupun sosial. Karena itu, kami merasa wajib mendukung BAZNAS, baik dari sisi manajemen maupun pengumpulan zakatnya,” tambahnya.
Dukungan Nyata Lewat Perda Pengelolaan Zakat
Bagi Khairul, mendukung BAZNAS bukan hanya sekadar memberi ruang, tetapi juga memperkuat dengan payung hukum. Pihaknya menerbitkan Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Zakat. Berdasarkan regulasi ini, zakat profesi pegawai negeri muslim dipotong langsung dari gaji yang diterima setiap bulan.
“Ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah kepada BAZNAS. Jadi, pegawai negeri muslim langsung menunaikan zakat profesi dari kantornya. Esensinya, kami membantu BAZNAS agar bisa lebih optimal mengentaskan kemiskinan,” jelas Khairul.
Menurut Khairul, zakat memiliki potensi luar biasa, tidak hanya untuk mengurangi kemiskinan. tetapi juga memberikan akses permodalan bagi pelaku usaha kecil hingga membantu warga yang tengah terjerat hutang.
"Semua program BAZNAS sangat bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya.
Lebih jauh, Khairul mengajak warga Tarakan untuk bersama-sama menunaikan zakat, yang merupakan kewajiban dalam agama Islam.
“Zakat harta, zakat maal, zakat profesi adalah kewajiban kita terhadap agama. Di dalamnya ada hak orang miskin. Jadi, sudah sepatutnya ditunaikan dengan baik. Harapannya, semakin banyak zakat ditunaikan, semakin berkurang kelompok miskin dan rentan di Tarakan,” ucapnya.
Sebagai pengingat, Khairul juga mengutip pesan mendalam dari Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Ma’un. Menurutnya, orang yang lalai pada anak yatim dan orang miskin sejatinya telah mendustakan agama.
“Orang yang mendustakan agama adalah mereka yang tidak peduli pada anak yatim dan orang miskin. Jadi zakat ini perintah agama,” ucapnya.
Gerakan Zakat Butuh Dukungan Kepala Daerah
Ketua BAZNAS Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan, capaian kinerja BAZNAS hingga kini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari para Menteri, lembaga pemerintah, pemerintah daerah, hingga perusahaan.
"BAZNAS bisa sebesar ini berkat dukungan Bapak Ibu semuanya. Tanpa bantuan para Menteri, Kepala Daerah, UPZ(Unit Pengumpul Zakat), dan perusahaan, BAZNAS tidak akan mampu meraih capaian seperti sekarang,” ujar Kiai Noor Achmad.
Ia juga menambahkan bahwa kontribusi pemerintah daerah memiliki arti penting dalam menguatkan gerakan zakat nasional.
“Andalan BAZNAS di daerah adalah para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Apa yang Bapak Ibu berikan, sungguh memiliki arti yang sangat besar bagi BAZNAS,” tambahnya.
Kiai Noor Achmad mengungkapkan dalam lima tahun terakhir kinerja BAZNAS menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan rata-rata 30 persen setiap tahun di seluruh Indonesia.
“Tidak pernah ada kata surut, justru terus berkembang. Karena adanya dukungan dan kekuatan dari Bapak Ibu semuanya, terutama dari daerah,” ungkapnya.
BAZNAS Awards 2025 mengusung tema “Menguatkan Baznas, Mendukung Asta Cita”. Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur, hingga Bupati dan Wali Kota ikut menerima apresiasi pada ajang ini.
(*)
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.